Senin, 26 Juli 2010

HARUSKAH KUANGGAP CHINTYA MATI ??


Malam dingin seperti biasanya, sunyi dan sepi. T~T
Teringat lagu dari Nidji, HAPUS AKU.
Yakinkan aku tuhan dia bukan miliku, sadarkan aku, sadarkan aku…

Sering aku menghubungi mantan kekasih yang sampai saat ini masih sangaat kucintai, Chintya. Hampir Tiap malam aku mencoba memenuhi keingingan batinku untuk menghubungi dirinya, aku tidak tahu ternyata dengan sikap ku yang seperti itu membuatnya makin ilfil dan jijik terhadapku. T~T.

Suatu saat ketika aku pergi ke warnet seperti biasa tiap Jum’at malam, aku melihat status barunya yang sangat mengecewakan dan juga membuatku menjadi lemah tak berdaya. Bukanya berlebihan, tapi mengingat Chintya adalah perempuan yang sangat ku sayangi dari dulu dan kenyataan dari isi statusnya yang sangat menusuku, aku merasa ditimpa nasib yang paling buruk di dunia,,, Hiks…Hiks…

“Sudah 2 tahun aku berpisah dengannya, dani perasaan ini tetap tidak berubah, tapi sekarang dia sudah bahagia dengan orang lain, sedih!!”

Status curhat yang ia tujukan kepada mantanya dulu, Ari Ferizal orang yang sangat ku benci karena kemunafikannya.
Perasaanku kacau, entah apa yang kurasakan pada saat membaca kalimat itu, rasa kecewa, kasih sayang, cinta, penyesalan dan emosi bercampur aduk dalam diriku, Seketika juga aku langsung menghubunginya untuk menunjukan emosi dan penyesalanku padanya,
Dalam SMS ku “Duh statusnya bagus ya, teruskan aja!!” dia menjawab “napa ikut campur, hati ini punyaku, apa urusanya ama situ??”

Panjang lebar aku bercakap denganya, dan tak ada hasilnya, Chintya tak mengerti sedikitpun dengan perasaanku.
Chintya sangat mencintai mantan kekasihnya, Ia sama sekali tak mencintai diriku, aku hanya menjadi pelampiasan baginya, tak ada harganya diriku bagi dirinya, dan aku sangat mengerti perasaanya yang tak dapat memaksakan. Hanya kata itu yang dapat ku simpulkan.

Semua kenanganku dengan Chintya yang ku kenal, Chintya yang menyayangiku, Chintya yang baik bagiku, dan Chintya yang sangat ku sayangi terkubur dalam hatiku selama-lamanya, dan tak kan pernah sedikit pun ku lupakan. Kata-kata indah dan janji manisnya padaku akan selalu ku ingat sampai akhir hayatku, walaupun kelak aku akan bersama orang lain yang mencintaiku, sebagi tanda nenk Chintya adalah suatu yang indah yang sangat berpengaruh terhadap hidupku kelak.
Tapi kini ia telah tiada, dengan meninggalkan serpihan luka dalam dada.
Nenk Chintya sudah ku anggap mati, Chintya yang sekarang bukanlah Chintya yang ku kenal dulu, bukanlah Chintya yang pernah menjadi kekasihku dulu, dan bukanlah Chintya yang pernah menyayangiku. Chintya yang sekarang sudah bukan lagi Chintya yang punya harga diri, yang teguh pendirianya…

Chintya yang sekarang, hanyalah seorang pecundang yang tak tahu malu, ia mempermalukan diri ku sebagai mantan dirinya seperti orang bego, dan mempermalukan dirinya di depan public kususnya orang-orang yang menyangkut At-tajdid Islamic Boarding School Singaparna Tasikmalaya,,,, Harga diri ku benar-benar tercoreng olehnya, dan sekarang aku tak peduli lagi apa yang dipikirkanya, dan apa yang akan dilakukanya, cukup sampai sini aku meninggikan derajat dan harga dirinya. Aku malu terhadap diriku sendiri dengan apa yang telah aku perbuat…
Kini aku hanya bisa setia bersama Chintya yang berada dalam hatiku, meskipun janji kami tidak sempurna, tapi nenk Chintya dalam angan hati ini tetap berada dalam posisi tertinggi, aku tetap meninggikan derajatnya ……
Walaupun aku rindu akan belaian dan kasih sayangnya, tapi hanya rindu yang aku dapatkan bukan cintanya.

Namun harus kutinggalkan cinta ketika ku bersujud….

Chintya Chintya Chintya Chintya Chintya………………
Sampai kapan aku akan memikirkan dirimu ???


Mulai saat ini aku tak kan menghawatirkan dirimu lagi, kamu adalah kamu dan aku adalah aku, dan ini adalah pilihan yang telah aku pilih dari semua pilihan tersulit dalam hidupku. Memulai hidup baru di usia yang baru menginjak 20 tahun.

Tetap focus dalam menghadapi arus kehidupan, dan memulai persaingan di dalamnya….

Muhammad Willy Zulkarnaen
Tasikmalaya, 27 juli 2010

3 komentar: