Minggu, 27 Juni 2010

Janji tak Sempurna


Hari demi hari kulewati dengan penuh kejenuhan dan kecemasan, hari dimana kumerasakan keresahan, teringat s’lalu bayang akan dirinya, tadi malam aku bermimpi bertemu dengannya, meskipun hanya mimpi dan aku juga tidak sempat mengobrol, tapi aku sangat bahagia sekali karena berkesempatan menatap dirinya secara langhsung, yah anggap saja setimpal, walaupun dalam Mimpi…..
Teringat akan kakak ku yang sebentar lagi akan Merit dengan pacarnya, sebulan yang lalu aku bersama ayah, ibu tiri dan ibu kandungku bersilaturahmi ke calon besan mereka, rumah pacar kakak ku berada di Majalengka, tempat yang lumayan asing bagiku karna ku jarang pergi ke sana. Waktu diperjalanan ketika asyik mengobrol dengan keluarga, ehh, ibunya nggun malah nyeletuk, “jauh oge nya Majalengka the, duh sakeudeung deui ge k Karang Nunggal, Hhe”. . . nya Yang (ayang sebutan keluarga ku)
Dia mengatakan begitu karna mereka sudah mengetahui hubunganku dengan Chintya, mereka hanya mengetahui sedikit permasalahan hubunganku dengan Chintya, dan mereka tidak mengetahui kalo hubunganku dengan Chintya sudah berakhir dengan tragis… Khu..hu..hu.. Dia mengingatkanku kepadanya lagi, kata-kata yang indah bila didengar sesaat namun sangat menusuk hati, Rencana yang tumbang, masa lalu yang bodoh, kebodohan dimasa lalu, mengingat dia adalah wanita yang kusayangi dan ku dambakan…
Berdiri dalam sebuah pilihan yang akan menentukan jalan hidupku. Dimana aku menyayangi seseorang tapi tidak berkembang, dan dimana aku harus menjadi seorang yang berpikir, aku tidak bisa seterusnya menjadi anak kecil……
Walaupun sangat sakit, dan sangat tidak ku inginkan, aku harus memilih salah satu diantara pilihan itu!! Aku sadar dimana ada cinta pasti ada kebencian, akupun berpikir bilamana aku bertaqhan dengan Chintya, cewe yang ku harapkan menjadi Isteriku kelak, aku tidak ingin anak-anaku dimasa yang akan dating merasakan hal yang sama dengan ku, hidup tanpa perhatian, dan serba kekurangn, sebisa mungkin aku tidak ingin hal itu terjadi pada anak-anaku, hal yang kemungkinan dengan rumah tangga ku akan bernasib seperti orang tua ku…. Aku berpikir demikian karena ku merasakan sesuatu yang sangat menyakitkan di hati, bila mana ku melihat teman-teman ku yang suka bercengkrama dengan orang tua nya, Huh… meskipun banyak sekali orang yang libih sial nasibnya dari pada aku, tapi kadang aku berpikir hidup mereka yang kurang beruntung itu wajar, mereka benar-benar sebatang kara, dan ketika aku melihat posisiku, kupikir baik-baik, posisiku sangat nagging, ketika ku mempunyai sanak sodara, orang tua dan lain sebagainya, tapi dalam realitanya, orang tua dan keluargaku kebanyakan memikirkan dirinya sendiri, aku mempunyai orang tua, tapi terkadang kumerasa sebatang kara, meskipun dalam kenyataan masih ada yang membiayaiku kuliah dan memberiku uang jajan” uang yang harus ku syukuri, rizki yang telah ditetapikan oleh penciptaku meskipun 50 rebu seminggu kadang seminggu lebih, jadi ada 200 rebu selama sebulan, tp aku harus bisa memanage keuanganku walaupun tidak besar-besar amat, itu harus cukup membayar uang kost 100/bulan dan uang makan ,kebutuhan sehari-hariku serta kebutuhan kuliah ku selama sebulan (walau kadang mereka jg suka melemparkan satu sama lain bila ku dating dengan membawa surat sari administrasi kampus,)n_n. aku disebut teman-teman ku dengan sebutan pity boy, tapi kadang juga disebut orang yang beruntung sedunia, the lucky boy karena mereka bilang walaupun tidak mempunyai apa-apa (kendaraan, handphone, uang juga jarang aku masih bisa bertahan hidup) Huh… mereka memang sedikit agak keterlaluan, aku juga bisa bertahan hidup karena aku juga tidak tinggal diam saja dengan keadaan dan posisiku sekarang, dari pertama suka mengerjakan tugas orang lain, serta menjualn kaos, jadi semua itu bisa ku atasi, karena aku berpikir keras “Aku ini Mahasiswa Lho”…
Aku juga sangat merasakan sakit hati ketika aku dibilang orang yang memanfaatkan oleh wanita yang ku sayangi sendiri Chintya, tapi aku harus menerima skenyataan itu, karena kenyataan diriku untu menjadi orang seperti itu sangatlah memungkinkan!! Hiks… hiks….hiks….
Itu lah alasanku kenapa aku memutuskan untuk mencari jalan hidup yang baru, ada baiknya juga aku diputuskan olehnya, demi kebaikan ku dan terutama yang lebih penting demi kebaikan Chintya wanita yang s’lalu ku sayangi. Dia berhak hidup dengan seseorang yang ia Cintai, ia berhak hidup dengan kebahagiaan dan keharmonisan, karena setelah ku pikir baik-baik SANGATLAH TIDAK PANTAS AKU UNTUK MENJADI SUAMI UNTUK WANITA SEPERTI DIA!!!

Maafkan aku karena telah memaksakan kehendak dan keinginan ku untuk masuk ke dalam kehidupanmu, ini kata-kata yang sangat ku benci dan tidak ku inginkan, tapi ku harus tetap mengatakannya, MAAFKAN AKU ARI FERIZAL!! MAAFKAN AKU CHINTYA!! Meskipun tidak pantas ku ucapkan sebagai laki-laki yang Gagal !!!
Penyesalan ini tak kan ku lupakan seumur hidupku…
Cenpaka, Tasikmalaya Senin, 21 juni 2010
(tidak bisa tidur, begadang terus !!!) offline dulu karna jari sudah letih !!

Kamis, 17 Juni 2010

Menangis untuk mu


Mungkin aku terlalu menyayangimu
Semua yang ada padamu
Karena kamu membuaku berarti
Hinggaku tak dapat menjauh

Dalam setiap langkahku
Kuingin kau disini
Hingga akhir usiaku kau tetap
Menjadi yang terbaik untuk diriku


Aku takut engkau tinggalkan diriku
Mencoba mencari cinta
Selain cinta yang kuberikan

Aku takut engkau patahkan hatiku
Membuatku semakin terluka
Dan tak akan pernah termaafkan ..........

Selasa, 08 Juni 2010

Jumat, 04 Juni 2010

Muhammad Willy Zulkarnaen History


Setelah melalui perjalanan panjang, kini umurku pun sudah hampir beranjak dewasa, nasib ditinggal Chintya benar-benar sangat memukul jiwa.....
padahal sudah setahun lebih kami berpacaran, andai saja Chintya mengerti... ukh !!

semua rencana hanya omong kosong belaka, aku malu terhadap diriku, malu terhadap orang tua Chintya, apakah chintya mengerti hal itu ?? padahal waktu itu aku sangat senang ketika ayah chintya mengatakan "sebentar lagi menikahkan".
Rasa sayangku kepada Chintya semakin besar semenjak aku diputuskan olehnya, aku memang benar-benar lelaki bodoh yang tidak bisa menjaganya, malah berbicara kasar dan bertindak tidak benar, andai saja kita bisa bertemu skali lagi. aku akan ungkapkan rasa penyesalan dan maaf ku sebesar-besarnya pada mu, Chintya...

Gadis Mungil yang ku kejar, ku impikan,ku idam-idamkan dari dulu sekarang pergi menjauh dariku dengan meninggalkan luka perih di hati...

Malah sekarang aku hampir hilang kendali, dengan alasan sakit hati dan mencari pelarian, aku malah menerima Mia teman sekelasku menjadi kekasihku, aku sangat menyesal, tadinya aku hanya ingin Chintya mengetahui bahwa dengan perginya ia dariku tidak menjadikanku patah semangat, dan hidup seperti biasa...
Akan tetapi semua hanya Sia-sia.. aku tidak dapat melupakan sosok gadis mungil itu, Chintya....
semakin lama waktu berlalu, semakin besar rasa sayang dan penyesalan ku terhadapnya. aku terlalu sombong dan egois menjadi kekasihnya,dan akhirnya semua tlah berakhir...
penyesalan tiada guna, hanya bisa meratapi nasib sebagai cowok bodoh yang melepaskan intan permata... Ukh,, sakitnya hati ini...

Baru kali ini aku benar-benar merasakan kegagalan dalam bercinta,,, padahal aku sangat menginginkan dia untuk jadi pendamping selama hidupku di dunia,,,
satu hal yang membuatku resah sebagai lelaki, aku tidak bisa menjaga kepercayaan orang tuanya,, hampir setiap hati aku memikirkan masa depanya...
aku sangat malu terhadap orang tuanya di cigembor, Karang nunggal tasikmalaya...
maafkan aku yang tidak bisa menjaga anakmu, aku sangat menyesal... Hiks...hiks...

Luv u forever Chintya . . .

~emwezet Duatiga~

Kamis, 03 Juni 2010

Willy Chintya part II


...
smua berawal dari kedekatan antara Willy dan Herlan, selanjutnya karena Herlan dan Chintya juga sangat dekat, tidak bisa dipungkiri Willy pun tiba-tiba merasa dekat dengan cewek yang bernama Chintya itu... hu hu hu...

hari demi hari dpesantren pun tlah berlalu , Willy maupun Chintya juga sudah mrasa nyaman dengan kedekatan mereka (mungkin itu perasaan Willy saja, dia merasa dekat dengan Chintya bagaimana perasaan Chintya wktu itu, hnya dia yang tau), hingga akhirnya tiba saat itu, saat dimana Willy tak tau harus berbuat apa, juga tanpa disadari banyak orang, ada seseorang yang secara terang-terangan mengungkapkan cintanya kepada Chintya, (sebut saja Erdi, kakak kelas Willy, selisih 2 angkatan di atas Willy), entah karena Chintya menyukai orang itu, ataukah karena kelalaian Willy sehingga Chintya hnya mrnganggap Willy sebagai kakak kelas biasa atau mungkin juga teman biasa, tapi yang jelas Erdi diterima Chintya dengan senang hati...

mnurut saya smua itu adalah kesalahan Willy yang tidak mau atau mungkin malu untuk mengungkapkan rasa sayang di dalam hatinya kepada Chintya, Huft... memang susah..
akan tetapi semenjak saat itu belum merubah apapun dlm diri Willy, seperti biasa dia masih tetap dingin seperti biasanya, dia juga berpikir dengan enteng, "Mungkin Chintya bukanlah jodohnya"...

Hari pun berganti hari, sang waktu lama-lama membuat Willy merasa akrab dengan Chintya, ya walaupun Chintya sudah mempunyai kekasih,,
Hhu" . . .
dugaan menjadi kenyataan, Willy Sudah terlanjur menyayangi Chintya, lama kelamaan rasa sayang Willy pada Chintya pun semakin besar hingga akhirnya timbul pemikiran Wiily untuk mendapatkan Chintya...

satu tahun berlalu, hingga akhirnya mereka naik kelas. Willy maik ke kelas 1 SMA dan Chintya naik ke kelas 2 SMA. Saat itu ketika liburan 17 agustus, Willy dengan sengaja main ke tempat Chintya dengan alasan ingin main ke tempat Herlan (lumayan cerdik juga). Ketika itu ia berangkat kesana dengan salah satu ustadz dari pesantrennya yaitu ustadz Indra Rachman. waktu itu ia bersama ust. Indra tiba dirumah Herlan saat malam hari kira-kira pukul 7 pagi. Setibanya dirumah ia dan ust. Indra langsung beres-beres dan langsung Istirahat, karena Willy ingin cepat-cepat esok hari dan ingin bertemu dengan gadis pujaanya Chintya...

pagi pun tiba, setelah beres sholat subuh ia langsung mandi dan merapikan diri serapi mungkin, dan setelah sarapan ia langsung bergegas mengajak Herlan untuk jalan-jalan karena kebetulan hari itu adalah hari raya kemerdekaan Indonesia, Herlan pun bingung mau kemana pagi-pagi seperti itu (ceritanya, Herlan tidak tau akan rasa sayang dan rasa rindu Willy terhadap Chintya). mereka pun berangkat dari rumah dan menuju lapangan sepak bola yang akan dijadikan tempat upacara bendere Indonesia, saat itulah yang menjadi kesempatan Willy untuk bertemu dengan Chintya karena semua orang di dusun tiu berkumpul semuanya dilapangan.
Sehabis upacara selesai, Willy pun berpapasan dengan Chintya, mereka saling bertemu dan beradu pandang, saya juga bingung pada saat peristiwa itu, apakah Chintya mengetehui keberadaan Willy saat itu dari informasi Herlan ataukah Chintya belum menyadari akan kedatangan Willy. huh... yang jelas mereka saling bertemu dan jantung Willy pun berdetak sangat kencang untuk pertama kalinya berhadapan dengan seorang cewek... tidak salah lagi kalo Willy memang menyayangi cewek itu.

Hari itu mereka berempat pun bermain bersama, dan jalan-jalan bersama. sehingga munculah lampu hijau dari Chintya untuk Willy (kayaknya ke-2nya mempunyai perasaan yang sama)...
hari berikutnya hari kedua Willy di Dusun itu, juga hari terakhir Willy disana pada saat liburan... Willy yang sudah tebang tinggi tiba-tiba jatuh dengan keras hingga mnimbulkan luka dalam di hati...

Saat dimana Willy akan dan harus mengungkapkan isi hati kepada wanita untuk yang pertama kalinya, (hari itu Willy mengajak Chintya mampir ke Rumah Herlan untuk berbincang, dan ngobrol biasa. saat itu Willy berencana pulang ke pondok pesantren hari esoknya), saat dimana basa-basi sudah habis dan pembicaraan pokok mau dimulai (mau nembak ceritanya mah, coz dah putus ama c Erdi yang kataya cuma sebulan, "duh jadi bolak-balik, dah ngantuk ne" ;p), tiba-tiba ada orang yang naik motor berhenti di depan rumah Herlan, tapi Willy ga begitu peduli ma orang asing, Herlan pun mendekati orang itu, dan berbica sebentar dengannya, huft...
tiba-tiba ketika jiwa raga Willy sudah siap buat ngungkapin perasaanya itu, Herlan dengan tergesa-gesa memanggil Chintya, Ada apa ??
Chintya pun mendekati Herlan dan orang itu, seketika itu pun Herlan langsung menuju ke tempat dimana Willy berada...
Willy bertanya "ada apa?? siapa orang asing itu?", Herlan pun Menjawab "itu Osep, Pacarnya Chintya".
ketika mendengar hal itu tubuh Willy gemetar, seakan-akan tertusuk duri yang tajam. T~T...
Willy tidak percaya akan hal itu, dia mencoba tenang, setelah perbincangan Chintya dan Osep berakhir, Chintya pun kembali ke tempat Willy berada, dan Willy langsung bertanya " siapa itu tadi?" Chintya menjawab "pacar".
setelah mendengar hal itu dari Chintya hati Willy pun hancur dengan harapan yang luntur sia-sia...
Tepat pada hari itu Willy memutuskan untuk kembali ke pesantren...

to be continue.... (Hhhuuuaaaahhh.....ngantuk bukan main)