
Hari demi hari kulewati dengan penuh kejenuhan dan kecemasan, hari dimana kumerasakan keresahan, teringat s’lalu bayang akan dirinya, tadi malam aku bermimpi bertemu dengannya, meskipun hanya mimpi dan aku juga tidak sempat mengobrol, tapi aku sangat bahagia sekali karena berkesempatan menatap dirinya secara langhsung, yah anggap saja setimpal, walaupun dalam Mimpi…..
Teringat akan kakak ku yang sebentar lagi akan Merit dengan pacarnya, sebulan yang lalu aku bersama ayah, ibu tiri dan ibu kandungku bersilaturahmi ke calon besan mereka, rumah pacar kakak ku berada di Majalengka, tempat yang lumayan asing bagiku karna ku jarang pergi ke sana. Waktu diperjalanan ketika asyik mengobrol dengan keluarga, ehh, ibunya nggun malah nyeletuk, “jauh oge nya Majalengka the, duh sakeudeung deui ge k Karang Nunggal, Hhe”. . . nya Yang (ayang sebutan keluarga ku)
Dia mengatakan begitu karna mereka sudah mengetahui hubunganku dengan Chintya, mereka hanya mengetahui sedikit permasalahan hubunganku dengan Chintya, dan mereka tidak mengetahui kalo hubunganku dengan Chintya sudah berakhir dengan tragis… Khu..hu..hu.. Dia mengingatkanku kepadanya lagi, kata-kata yang indah bila didengar sesaat namun sangat menusuk hati, Rencana yang tumbang, masa lalu yang bodoh, kebodohan dimasa lalu, mengingat dia adalah wanita yang kusayangi dan ku dambakan…
Berdiri dalam sebuah pilihan yang akan menentukan jalan hidupku. Dimana aku menyayangi seseorang tapi tidak berkembang, dan dimana aku harus menjadi seorang yang berpikir, aku tidak bisa seterusnya menjadi anak kecil……
Walaupun sangat sakit, dan sangat tidak ku inginkan, aku harus memilih salah satu diantara pilihan itu!! Aku sadar dimana ada cinta pasti ada kebencian, akupun berpikir bilamana aku bertaqhan dengan Chintya, cewe yang ku harapkan menjadi Isteriku kelak, aku tidak ingin anak-anaku dimasa yang akan dating merasakan hal yang sama dengan ku, hidup tanpa perhatian, dan serba kekurangn, sebisa mungkin aku tidak ingin hal itu terjadi pada anak-anaku, hal yang kemungkinan dengan rumah tangga ku akan bernasib seperti orang tua ku…. Aku berpikir demikian karena ku merasakan sesuatu yang sangat menyakitkan di hati, bila mana ku melihat teman-teman ku yang suka bercengkrama dengan orang tua nya, Huh… meskipun banyak sekali orang yang libih sial nasibnya dari pada aku, tapi kadang aku berpikir hidup mereka yang kurang beruntung itu wajar, mereka benar-benar sebatang kara, dan ketika aku melihat posisiku, kupikir baik-baik, posisiku sangat nagging, ketika ku mempunyai sanak sodara, orang tua dan lain sebagainya, tapi dalam realitanya, orang tua dan keluargaku kebanyakan memikirkan dirinya sendiri, aku mempunyai orang tua, tapi terkadang kumerasa sebatang kara, meskipun dalam kenyataan masih ada yang membiayaiku kuliah dan memberiku uang jajan” uang yang harus ku syukuri, rizki yang telah ditetapikan oleh penciptaku meskipun 50 rebu seminggu kadang seminggu lebih, jadi ada 200 rebu selama sebulan, tp aku harus bisa memanage keuanganku walaupun tidak besar-besar amat, itu harus cukup membayar uang kost 100/bulan dan uang makan ,kebutuhan sehari-hariku serta kebutuhan kuliah ku selama sebulan (walau kadang mereka jg suka melemparkan satu sama lain bila ku dating dengan membawa surat sari administrasi kampus,)n_n. aku disebut teman-teman ku dengan sebutan pity boy, tapi kadang juga disebut orang yang beruntung sedunia, the lucky boy karena mereka bilang walaupun tidak mempunyai apa-apa (kendaraan, handphone, uang juga jarang aku masih bisa bertahan hidup) Huh… mereka memang sedikit agak keterlaluan, aku juga bisa bertahan hidup karena aku juga tidak tinggal diam saja dengan keadaan dan posisiku sekarang, dari pertama suka mengerjakan tugas orang lain, serta menjualn kaos, jadi semua itu bisa ku atasi, karena aku berpikir keras “Aku ini Mahasiswa Lho”…
Aku juga sangat merasakan sakit hati ketika aku dibilang orang yang memanfaatkan oleh wanita yang ku sayangi sendiri Chintya, tapi aku harus menerima skenyataan itu, karena kenyataan diriku untu menjadi orang seperti itu sangatlah memungkinkan!! Hiks… hiks….hiks….
Itu lah alasanku kenapa aku memutuskan untuk mencari jalan hidup yang baru, ada baiknya juga aku diputuskan olehnya, demi kebaikan ku dan terutama yang lebih penting demi kebaikan Chintya wanita yang s’lalu ku sayangi. Dia berhak hidup dengan seseorang yang ia Cintai, ia berhak hidup dengan kebahagiaan dan keharmonisan, karena setelah ku pikir baik-baik SANGATLAH TIDAK PANTAS AKU UNTUK MENJADI SUAMI UNTUK WANITA SEPERTI DIA!!!
Maafkan aku karena telah memaksakan kehendak dan keinginan ku untuk masuk ke dalam kehidupanmu, ini kata-kata yang sangat ku benci dan tidak ku inginkan, tapi ku harus tetap mengatakannya, MAAFKAN AKU ARI FERIZAL!! MAAFKAN AKU CHINTYA!! Meskipun tidak pantas ku ucapkan sebagai laki-laki yang Gagal !!!
Penyesalan ini tak kan ku lupakan seumur hidupku…
Cenpaka, Tasikmalaya Senin, 21 juni 2010
(tidak bisa tidur, begadang terus !!!) offline dulu karna jari sudah letih !!


