
...
smua berawal dari kedekatan antara Willy dan Herlan, selanjutnya karena Herlan dan Chintya juga sangat dekat, tidak bisa dipungkiri Willy pun tiba-tiba merasa dekat dengan cewek yang bernama Chintya itu... hu hu hu...
hari demi hari dpesantren pun tlah berlalu , Willy maupun Chintya juga sudah mrasa nyaman dengan kedekatan mereka (mungkin itu perasaan Willy saja, dia merasa dekat dengan Chintya bagaimana perasaan Chintya wktu itu, hnya dia yang tau), hingga akhirnya tiba saat itu, saat dimana Willy tak tau harus berbuat apa, juga tanpa disadari banyak orang, ada seseorang yang secara terang-terangan mengungkapkan cintanya kepada Chintya, (sebut saja Erdi, kakak kelas Willy, selisih 2 angkatan di atas Willy), entah karena Chintya menyukai orang itu, ataukah karena kelalaian Willy sehingga Chintya hnya mrnganggap Willy sebagai kakak kelas biasa atau mungkin juga teman biasa, tapi yang jelas Erdi diterima Chintya dengan senang hati...
mnurut saya smua itu adalah kesalahan Willy yang tidak mau atau mungkin malu untuk mengungkapkan rasa sayang di dalam hatinya kepada Chintya, Huft... memang susah..
akan tetapi semenjak saat itu belum merubah apapun dlm diri Willy, seperti biasa dia masih tetap dingin seperti biasanya, dia juga berpikir dengan enteng, "Mungkin Chintya bukanlah jodohnya"...
Hari pun berganti hari, sang waktu lama-lama membuat Willy merasa akrab dengan Chintya, ya walaupun Chintya sudah mempunyai kekasih,,
Hhu" . . .
dugaan menjadi kenyataan, Willy Sudah terlanjur menyayangi Chintya, lama kelamaan rasa sayang Willy pada Chintya pun semakin besar hingga akhirnya timbul pemikiran Wiily untuk mendapatkan Chintya...
satu tahun berlalu, hingga akhirnya mereka naik kelas. Willy maik ke kelas 1 SMA dan Chintya naik ke kelas 2 SMA. Saat itu ketika liburan 17 agustus, Willy dengan sengaja main ke tempat Chintya dengan alasan ingin main ke tempat Herlan (lumayan cerdik juga). Ketika itu ia berangkat kesana dengan salah satu ustadz dari pesantrennya yaitu ustadz Indra Rachman. waktu itu ia bersama ust. Indra tiba dirumah Herlan saat malam hari kira-kira pukul 7 pagi. Setibanya dirumah ia dan ust. Indra langsung beres-beres dan langsung Istirahat, karena Willy ingin cepat-cepat esok hari dan ingin bertemu dengan gadis pujaanya Chintya...
pagi pun tiba, setelah beres sholat subuh ia langsung mandi dan merapikan diri serapi mungkin, dan setelah sarapan ia langsung bergegas mengajak Herlan untuk jalan-jalan karena kebetulan hari itu adalah hari raya kemerdekaan Indonesia, Herlan pun bingung mau kemana pagi-pagi seperti itu (ceritanya, Herlan tidak tau akan rasa sayang dan rasa rindu Willy terhadap Chintya). mereka pun berangkat dari rumah dan menuju lapangan sepak bola yang akan dijadikan tempat upacara bendere Indonesia, saat itulah yang menjadi kesempatan Willy untuk bertemu dengan Chintya karena semua orang di dusun tiu berkumpul semuanya dilapangan.
Sehabis upacara selesai, Willy pun berpapasan dengan Chintya, mereka saling bertemu dan beradu pandang, saya juga bingung pada saat peristiwa itu, apakah Chintya mengetehui keberadaan Willy saat itu dari informasi Herlan ataukah Chintya belum menyadari akan kedatangan Willy. huh... yang jelas mereka saling bertemu dan jantung Willy pun berdetak sangat kencang untuk pertama kalinya berhadapan dengan seorang cewek... tidak salah lagi kalo Willy memang menyayangi cewek itu.
Hari itu mereka berempat pun bermain bersama, dan jalan-jalan bersama. sehingga munculah lampu hijau dari Chintya untuk Willy (kayaknya ke-2nya mempunyai perasaan yang sama)...
hari berikutnya hari kedua Willy di Dusun itu, juga hari terakhir Willy disana pada saat liburan... Willy yang sudah tebang tinggi tiba-tiba jatuh dengan keras hingga mnimbulkan luka dalam di hati...
Saat dimana Willy akan dan harus mengungkapkan isi hati kepada wanita untuk yang pertama kalinya, (hari itu Willy mengajak Chintya mampir ke Rumah Herlan untuk berbincang, dan ngobrol biasa. saat itu Willy berencana pulang ke pondok pesantren hari esoknya), saat dimana basa-basi sudah habis dan pembicaraan pokok mau dimulai (mau nembak ceritanya mah, coz dah putus ama c Erdi yang kataya cuma sebulan, "duh jadi bolak-balik, dah ngantuk ne" ;p), tiba-tiba ada orang yang naik motor berhenti di depan rumah Herlan, tapi Willy ga begitu peduli ma orang asing, Herlan pun mendekati orang itu, dan berbica sebentar dengannya, huft...
tiba-tiba ketika jiwa raga Willy sudah siap buat ngungkapin perasaanya itu, Herlan dengan tergesa-gesa memanggil Chintya, Ada apa ??
Chintya pun mendekati Herlan dan orang itu, seketika itu pun Herlan langsung menuju ke tempat dimana Willy berada...
Willy bertanya "ada apa?? siapa orang asing itu?", Herlan pun Menjawab "itu Osep, Pacarnya Chintya".
ketika mendengar hal itu tubuh Willy gemetar, seakan-akan tertusuk duri yang tajam. T~T...
Willy tidak percaya akan hal itu, dia mencoba tenang, setelah perbincangan Chintya dan Osep berakhir, Chintya pun kembali ke tempat Willy berada, dan Willy langsung bertanya " siapa itu tadi?" Chintya menjawab "pacar".
setelah mendengar hal itu dari Chintya hati Willy pun hancur dengan harapan yang luntur sia-sia...
Tepat pada hari itu Willy memutuskan untuk kembali ke pesantren...
to be continue.... (Hhhuuuaaaahhh.....ngantuk bukan main)
Cinta memang tidak bisa ditebak jalan ceritanya !!
BalasHapusbutuh pengorbanan da perjuangan yang sangat besar !!
Andai saja waktu itu aku langsung berlapang dada menerima Chintya . . .
pasti hingga saar ini aku tidak akan merasakan sakit yang amat dalam oleh, Ari Ferizal !!
Siiiialll !!!